Tulisan ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak penting bagi anda, ini hanyalah suatu luapan perasaanku akhir akhir ini. mungkin dengan menuliskan ini sedikitnya bisa meringankan beban pikiranku. sengaja kuedit tanggal postingannya biar tak tampil di halaman awal ...


begitu banyaknya problema yang datang di tempat kerjaku di minggu minggu terakhir ini, tanggung jawabku menyangkut aset yang begitu banyak, yang sebenarnya tidak sesuai dengan bayaran yang kudapatkan.

Kantor? itu adalah tempat yang sama sekali tidak nyaman bagiku,dan memang seharusnya aku tidak di sana, bukan tempat seperti itu yang kucita citakan. walaupun di sana aku dibutuhkan, tapi di sana aku tak betah berlama lama, seperti seekor ikan yang ada di darat dan merindukan air.

karena aku seorang seniman, studio adalah tempat terbaikku, bekerja dengan kertas dan alat gambar adalah keahlianku. atau duduk di depan PC dengan berbagai Program Graphic yang menjadi hobiku, bukannya program office yang menjemukan. dulu saya adalah seorang Illustrator lepas di beberapa penerbit buku di Kota Bandung. tapi disebabkan pendapatan yang tak menentu, terpaksa aku berbalik arah karena alasan klasik 'ekonomi'!



setiap pulang kerja dan meninggalkan kantor, hatiku senang. ada suatu perasaan bahagia di hati ini. kupacu kendaraanku cepat cepat, terbayang wajah istri dan 2 putriku. aku memang kawin muda saat usiaku 20 tahun, dan sekarang sudah menjadi seorang ayah.
terbayang pula kehidupanku yang lain yaitu di 'dunia maya'. yang penuh dengan suka cita. dan teman teman terbaikku ada di sana.


tetapi tidak saat pulang tadi, dadaku terasa sesak dan mataku perih. aku sengaja tidak memilih jalan raya tapi melewati perumahan penduduk yang masih terdapat persawahan hijau, sekedar untuk melupakan problema ...

kulihat para petani lagi beristirahat sehabis bekerja di sawah, bercanda tawa penuh keceriaan dengan sahabat dan keluarga mereka. apa yang mereka pikirkan? apa pula yang mereka perbincangkan?
bahagia sekali mereka dengan segala kesederhanaannya, kubayangkan mereka itu adalah diriku dan anak istriku juga keluargaku. hmm ... aku iri pada mereka! dan mataku bertambah perih dan berair.

beberapa lama kemudian rumahku sudah tampak, itulah rumahku syorgaku. dan sandiwarapun akan segera dimulai, keluargaku tak boleh melihatku bersedih. aku harus tampak ceria seperti biasa. kalau istriku bertanya mengapa mataku merah? akan kujawab "aku lelah dan mataku ngantuk pengen istirahat ...!?"

Bandung ...
Kamis, 21 April 2011.